ERA INTIMIDASI
Pengumuman Nabi
Muhammad Shallallaahu alaihi wasallam dengan dakwah secara terang – terangan
sebagai pemicu awal permusuhan dari suku Quraisy semakin membesar, karena
merupakan ancaman terkait pengeloalaan Ka’bah dll
Pemuka Quraisy
membendungnya dengan menggunakan jasa penyair yang merupakan media massa saat
itu, karena tidak bisa mematahkan karakter dari Nabi. Sebagaimana Nabi
merupakan sosok mulia yang dikenal dengan Al Amin
Muncul berbagai
macam intimidasi, penindasan dan kekejaman yang menyasar kaum lemah dan para
pemuka – pemuka Masyarakat yang memeluk agama Islam.
Dampak hal – hal
tersebut sampai membuat Abu Bakar melangkahkan kaki ke Abessinia, sampai di
Bark Al Ghimad (perjalanan lima malam) bertemu Ibnu Addaghunnah (kepala suku
Qarah) yang memintanya untuk Kembali ke Makkah dan akan diberikan jaminan keamanan,
tetapi dengan syarat melakukan shalat dan membaca Al Qur’an dilakukan di rumah.
Nabi juga
mendapat perlakuan yang sama, tapi beliau tidak segan melaksanakan sholat di
Masjidil Haram walaupun sendirian, sebagai bentuk dakwah bil haal, Imam Bukhari
meriwayatkan “saat beliau shalat di hijir Ismail Ka’bah, Uqbah bin abi Mu’ith
mencekiknya dengan menggunakan bajunya, kemudian Abu Bakar mendorongnya sambil
berkata : Apakah engkau akan membunuh seseorang yang menyatakan ‘Tuhanku adalah
Allah’? pada saat yang lain dengan perintah Abu Jahal, Uqbah pernah meletakkan
plasenta unta di punggung Rasulullah, ketika beliau sedang dalam sujudnya,
sehingga datang Fathimah putrinya menyingkirkannya, sambil memaki :
اللهم
عليك بقريش اللهم عليك بقريش اللهم عليك بقريش
Yaa Allah,
Engkaulah yang akan menjatuhkan balasan kepada Quraisy
Lalu beliau
menyebut nama – nama yang selama ini mendustakan, menolak dan menganiaya : Abu
Jahal, Al Walid Ibn Utbah, Umayyah bin Khalaf, Uqbah binAbi Mu’ith, Imarah Ibn
Walid.